Akhir Kasus Pembunuhan Hwaseong

        Channel Youtube bernama Korea Reomit, 2 tahun yang lalu pernah membahas mengenai kasus pembunuhan Hwaseong yang saat itu masih menjadi misteri sebab pelakunya belum terungkap. Padahal saat itu banyak sekali perempuan yang menjadi korban. Lebih tepatnya terdapat 10 korban pembunuhan. Meskipun polisi sudah bekerja keras untuk menangkap pelaku pembunuhan tersebut, namun hingga tahun 2019 pelakunya belum tertangkap. Bahkan polisi sempat salah tangkap hingga akhirnya polisi dapat menemukan pelaku yang sebenarnya.

        Pembunuhan berantai ini terjadi di Kota Hwaseong, Korea Selatan pada tahun 1986 hingga 1991. Karena pembunuhan berantai ini semuanya terjadi di Kota Hwaseong maka orang-orang menyebutnya sebagai “Pembunuhan Hwaseong”. Pelaku pembunuhan Hwaseong telah melakukan 10 kasus pembunuhan yang semua korbannya adalah perempuan. Berikut daftar korban-korban dan cara pembunuhannya:

1.     1. Pembunuhan pertama terjadi pada tanggal 15 September 1986. Korbannya adalah seorang nenek berusia 71 tahun yang bekerja sebagai penjual sayuran di pasar.

Kronologi kejadian: Seperti biasanya, pada pagi hari nenek tersebut pergi ke pasar untuk berjualan kemudian pergi ke rumah anaknya sebentar lalu pulang ke rumah. Namun, setelah saat itu nenek tersebut tidak memberi kabar. 5 hari setelah tidak terdapat kabar, nenek tersebut ditemukan meninggal di lahan pertanian yang jaraknya sekitar 10 menit dari rumah anaknya. Polisi mengatakan bahwa kondisi korban saat itu adalah duduk menyilang tetapi tidak mengenakan pakaian bawah. Namun tidak terdapat tanda-tanda pemerkosaan. Di lokasi tersebut polisi tidak dapat menemukan jejak kaki pelaku, sidik jari, dan juga barang-barang pelaku. Di dekat korban hanya terdapat kaos kaki dan sepatu milik korban. Uang hasil berdagang di pasar milik nenek tersebut hilang dan polisi mencurigai pelaku membunuh nenek tersebut untuk diambil uangnya. Hasil pemeriksaan pada korban ditemukan bahwa penyebab korban meninggal adalah karena dicekik oleh pelaku.

2.      2. Pembunuhan kedua terjadi setelah satu bulan semenjak kasus pembunuhan pertama, tepatnya pada tanggal 20 Oktober 1986.

Kronologi kejadian: seorang gadis berusia 25 tahun sedang makan malam bersama seorang laki-laki dan juga ibu dari laki-laki tersebut. Setelah selesai makan malam, gadis tersebut diantar pulang oleh ibu dari laki-laki tersebut sampai perbatasan desa tempat tinggalnya. Selanjutnya, gadis tersebut harus menaiki bis untuk sampai di rumahnya. Keadaan saat itu mendung dan sangat sepi. Hingga akhirnya 3 hari kemudian, gadis tersebut ditemukan meninggal di saluran pembuangan air. Korban ditemukan dengan kondisi dibagian dada dan punggungnya terdapat banyak bekas sayatan-sayatan. Polisi juga menemukan bekas luka di tubuh korban yang berasal dari gunting kuku milik korban yang dibiasa disimpan di pouch milik korban. Ditemukan juga tanda-tanda pemerkosaan pada korban. Berdasarkan penelitian, korban meninggal karena lilitan stocking di leher korban. Di lokasi kejadian, polisi menemukan sperma pelaku, rokok pelaku, rambut pelaku, dan kotak susu bekas pelaku. Dari barang bukti yang berhasil polisi dapat dari lokasi kejadian, polisi berhasil menemukan golongan darah pelaku yaitu golongan darah B.

3.      3. Pembunuhan ketiga terjadi pada 12 Desember 1986 sekitar jam 11 malam. Korbannya seorang ibu rumah tangga yang berusia 25 tahun.

Kronologi kejadian: setelah turun dari bis, seorang ibu rumah tangga memasuki gang menuju rumahnya yang berjarak 100 meter dari halte. Namun, dalam perjalanan pulang ibu tersebut diserang oleh seseorang. Setelah 4 bulan, ibu tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di dekat rumahnya sekitar 50 meter sebelum mencapai rumah. Korban ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan pakaian bawah, mulut disumpal menggunakan gerdel (korset), dan celana dalam korban yang dikenakan di kepala korban. Karena korban ditemukan setelah 4 bulan, sehingga mayatnya cukup sulit untuk diidentifikasi.

4.      4. Pembunuhan keempat terjadi selang 2 hari setelah kasus pembunuhan ketiga, yaitu pada 14 Desember 1986. Korban pada pembunuhan ini adalah gadis berusia 21 tahun.

Kronologi kejadian: gadis ini pulang sekitar jam 10 malam dan diantar oleh pacarnya sampai halte bis. Orang tua dari gadis ini kemudian menghubungi pacar dari anaknya karena anaknya tidak sampai di rumah. Pacarnya mengatakan jika sudah mengantar sampai halte bis. Karena khawatir orang tua gadis tersebut segera melapor ke kantor polisi. Setelah seminggu, gadis tersebut ditemukan sudah meninggal dengan keadaan tangan terikat ke belakang, tubuh korban yang dililit menggunakan gerdel dan juga pakaian dalam korban. Pelaku juga melakukan tindakan keji dengan “menyogokkan” gagang payung ke alat kelamin korban. Di lokasi kejadian polisi berhasil menemukan sperma pelaku di payung dan juga sapu tangan korban, namun karena saat itu hujan sehingga barang bukti tidak dapat diidentifikasi.

5.      5. Pembunuhan kelima terjadi pada 10 Januari 1987 dan saat itu korbannya seorang gadis berumur 18 tahun.

Krolonogi kejadian: selepas bermain bersama teman-temannya, korban pulang ke rumah menaiki bis. Untuk mencapai halte bis, ia harus melewati ladang pertanian. Ditengah-tengah perjalanan, pelaku melakukan aksinya. Keesokan harinya korban ditemukan didalam tumpukan padi kering. Keadaan korban saat itu masih mengenakan baju, namun tangan korban diikat menggunakan BH dan lehernya dililit dengan scraft. Polisi menemukan rambut, beberapa kain, dan bulu tubuh dari pelaku. Setelah diidentifikasi, pelaku memiliki golongan darah B. Polisi mulai berfikir jika pembunuhan ini merupakan pembunuhan berantai karena golongan darah pelaku dari pembunuhan-pembunuhan sebelumnya adalah B. Kemudian polisi mulai melakukan pemeriksaan besar-besaran dengan menerjunkan detektif-detektif dan polisi-polisi yang handal dalam kasus pembunuhan. Karena pembunuhan terjadi terus menerus, warga Hwaseong mulai takut dan melarang perempuan untuk keluar malam karena korban-korban semuanya berjenis kelamin perempuan.

6.      6. Pembunuhan keenam terjadi pada 2 Mei 1987. Korban kali ini juga berjenis kelamin perempuan, yaitu seorang ibu rumah tangga berumur 29 tahun.

Kronologi kejadian: korban pergi ke halte bis sekitar jam 10 malam untuk menjemput suaminya dengan membawa payung karena saat itu sedang hujan. Tetapi karena macet, suami korban sampai di halte bis sekitar jam 11 malam dan langsung pulang ke rumah. Karena tidak menemukan istrinya, suami korban melaporkan ke kantor polisi. 1 minggu kemudian korban ditemukan di dekat kuburan dengan keadaan tidak menggunakan pakaian, tangan korban diikat menggunakan pakaian korban, dan celana korban dikenakan secara “paksa”. Polisi menemukan sperma di celana korban dan setelah diidentifikasi ternyata golongan darah pelaku adalah A. Polisi mulai kebingungan karena pelaku pembunuhan-pembunuhan sebelumnya bergolongan darah B, sedangkan kali ini pelaku bergolongan darah A. Tetapi, ternyata suami korban juga bergolongan darah A, sehingga polisi kebingungan apakah sperma tersebut milik suami korban atau bisa jadi pelaku pembunuhannya lebih dari 1 orang.

7.      7. Pembunuhan ketujuh terjadi pada 7 September 1988 dengan korbannya seorang ibu berumur 54 tahun.

Kronologi kejadian: korban diculik oleh pelaku setelah saat perjalanan pulang, kemudian ditemukan keesokan harinya ditemukan meninggal berlumuran darah. Keadaan korban saat itu tangan diikat, mulut dijejali kaos kaki, dan ditemukan potongan buah beach. Polisi memperkirakan pelaku menculik, memperkosa, membunuh, kemudian pelaku memakan buah beach dan bijinya dimasukkan kedalam alat kelamin korban.

8.      8. Pembunuhan kedelapan terjadi pada 16 September 1988 dengan korbannya seorang siswi berumur 13 tahun.

Kronologi kejadian: pelaku pembunuhan kali ini berhasil ditangkap dan polisi mengatakan pelaku kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan kasus pembunuhan berantai sebelumnya karena kasus pembunuhannya terjadi di rumah korban. Ibu korban seperti biasanya setiap pagi membangunkan anak-anaknya, namun salah satu anaknya tidak lekas bangun. Saat dicek ke dalam kamar korban ternyata korban sudah meninggal dengan keadaan pakaian bawah yang tersingkap dan terdapat bekas cekikan di leher korban. Setelah dilakukan investigasi, pelaku berhasil tertangkap pelaku berusia 22 tahun dan diketahui sempat menyukai kakak korban. Pelaku berniat untuk memperkosa kakak korban, namun karena ketahuan oleh korban maka korban diperkosa lalu dibunuh.

9.      9. Pembunuhan kesembilan terjadi pada 15 November 1990 dan korbannya seorang siswi berusia 14 tahun.

Kronologi kejadian: korban hilang saat mendaki di gunung dan ditemukan meninggal dalam keadaan tangan terikat dengan stocking, mulutnya dijejeli BH, tubuhnya disilet. Korban juga mengalami pelecehan seksual dan yang lebih mengerikan alat kelamin korban dilukai menggunakan sendok dan garpu milik korban. Setelah diidentifikasi, korban ternyata meninggal saat hari ulang tahunnya dan ditemukan bahwa dalam pencernaannya masih terdapat makanan. Padahal manusia membutuhkan waktu 2 jam untuk mencerna makanan, tetapi korban ditemukan dalam keadaan makanan yang dimakan belum tercerna dengan baik. Hal ini berarti korban dibunuh sebelum 2 jam setelah korban makan.

10   10. Pembunuhan kesepuluh terjadi pada 3 April 1991 dan korbannya seorang nenek berusia 69 tahun.

Kronologi kejadian: seorang nenek ditemukan meninggal dengan dililit kain hitam. Namun, pembunuhan kali ini korbannya tidak diikat dan dijejali kaos kaki, tetapi alat kemain korban sempat dimasuki kaos kaki oleh pelaku. Polisi menemukan sperma pelaku dengan golongan darah B.

        Kisah pembunuhan Hwaseong ini sudah dijadikan drama dan juga film. Drama Gap-Dong di tvN pada tahun 2014, drama Signal di tvN pada tahun 2016, drama Tunnel di OCN pada tahun 2017 merupakan drama yang ceritanya berdasarkan kisah nyata pembunuhan Hwaseong.

        Dalam kasus pembunuhan Hwaseong, terdapat 10 korban yang semuanya berjenis kelamin perempuan. Polisi menugaskan 1.800.000 polisi untuk menangani kasus ini dan juga dilakukan 300 kali interogasi. Namun, polisi belum berhasil menemukan pelakunya. Polisi juga sudah melakukan investigasi pada orang-orang disekitar korban.

Menurut profiler, alasan pelaku melakukan pembunuhan sebagai berikut:

1.      1. Memiliki kebencian terhadap perempuan

2.      2. Menutupi wajah korban untuk menakut-nakuti korban saat pelaku melakukan pemerkosaan

3.      3. Membunuh korban dengan cara yang sangat kejam

4.      4. Tangan korban diikat hanya untuk kepuasan diri setelah melakukan aksi criminal. Menurut profiler, korban diikat setelah dibunuh karena ikatannya rapi.

5.      5. Psikopat merasa memiliki kekuasaan seperti Tuhan Ketika bisa mencabut nyawa seseorang

         Di Korea setiap kasus memiliki masa pemutihan (masa kadaluarsa kasus) agar tidak banyak kasus-kasus yang menumpuk. Jika dihitung dari waktu pembunuhan Hwaseong, masa penangkapan pelaku adalah 15 tahun sehingga berakhir pada tahun 2006. Jadi saat ini pelaku dapat menjalani kehidupan seperti orang lain karena masa penangkapan sudah berakhir. Tiba-tiba pada 18 September 2019 (tepatnya 33 tahun setelah pembunuhan Hwaseong), polisi menemukan seseorang yang diduga pelaku pembunuhan Hwaseong karena tim forensik sudah dapat mengidentifikasi lebih lanjut barang bukti menggunakan peralatan yang lebih canggih. Tim forensic menemukan seseorang yang DNA-nya cocok dengan DNA pelaku pada kasus pembunuhan ke 5, 7, dan 9. Meski masa penangkapan sudah berakhir, namun polisi memiliki departemen kasus-kasus belum terpecahkan sehingga dapat mengumpulkan data-data dari kasus pembunuhan Hwaseong. Orang yang dicurigai tersebut bernama Lee Choon Jae yang berusia 50 tahun. Ternyata Lee Choon Jae ini sudah berada di penjara selama lebih dari 20 tahun karena melakukan tidak criminal lainnya (memperkosa dan membunuh adik iparnya).

        Tiba-tiba pada 1 Oktober 2019, Lee Choon Jae mengakui jika ia merupakan pelaku pembunuhan Hwaseong. Ia melakukan 5 pembunuhan lain di luar Hwaseong serta melakukan pemerkosaan pada 30 orang. Lee Choon Jae juga mengakui bahwa kasus pembunuhan Hwaseong kedelapan ia juga yang melakukan. Padahal, polisi sudah menangkap pelaku pembunuhan Hwaseong kedelapan. Pelaku tersebut bernama Yoon Seongyeo dan sudah dipenjara selama 20 tahun. Setelah diidentifikasi ulang ternyata terbukti bahwa pembunuhan kedelapan juga dilakukan oleh Lee Choon Jae sehingga diketahui bahwa polisi salah tangkap pada pelaku pembunuhan Hwaseong kedelapan. Meskipun Yoon Seongyeo sudah dibebaskan pada tahun 2019, namun masyarakat korea mengecap Yoon Seongyeo sebagai pelaku pemerkosaan dan pembunuhan. Semenjak Lee Choon Jae mengakui perbuatannya, Yoon Seongyeo melakukan pemeriksaan ulang untuk menghapus cap pembunuh yang diberikan masyarakat korea terhadap dirinya. Ia juga diperkirakan mendapatkan ganti rugi sebanyak 2-4 Miliar won (25-45 Milyar Rupiah) sebagai ganti dirinya yang sudah dipenjara.

Sumber: 

https://www.youtube.com/watch?v=i5vLyrmGkzs&list=PLqjzd6s4v8BzFXpkkceJuzyO9wZdieBub&index=6

https://www.youtube.com/watch?v=6Wa2hSFmAKY&list=PLqjzd6s4v8BzFXpkkceJuzyO9wZdieBub&index=1

https://www.youtube.com/watch?v=h4_nu0p3m-E&list=PLqjzd6s4v8BzFXpkkceJuzyO9wZdieBub&index=2

https://www.youtube.com/watch?v=kp9k1FHiB2g&list=PLqjzd6s4v8BzFXpkkceJuzyO9wZdieBub&index=3

https://www.youtube.com/watch?v=TZgkWx91gsM&list=PLqjzd6s4v8BzFXpkkceJuzyO9wZdieBub&index=8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKANAN KHAS KOREA YANG TERKENAL

FAKTA-FAKTA MENARIK KOREA SELATAN YANG BELUM DIKETAHUI BANYAK ORANG