BUKTI NYATA KEHIDUPAN ORANG KOREA JAUH DARI CERITA DI DRAMA
Kalau mengintip kehidupan orang Korea lewat serial dramanya, kamu
pasti merasa kalau hidup di Korea itu pasti romantis, seru ,dan
menyenangkan. Tapi apa kamu tahu, menurut OECD Better Life Index, Korea
Selatan termasuk salah satu negara yang menduduki peringkat terendah
dalam tingkat kebahagiaan warganya? Benarkah hidup di Korea Selatan tak
seindah di drama-drama? Kalau iya, apakah alasannya?
Berikut ini merupakan beberapa fakta-fakta yang menunjukkan bahwa kehidupan orang Korea Selatan tidak seindah apa yang sering terlihat di drama-drama.
Warga
Korea dikenal dengan budaya yang 'cepat-cepat' atau tidak bisa
bersantai. Coba saja kamu mengunjungi stasiun subway saat jam kerja,
kamu akan melihat orang-orang berlari ke sana dan ke mari, tak peduli
dengan sekelilingnya, mereka hanya ingin cepat-cepat. Hidup mereka
serasa terus dikejar waktu dan ini dapat memberi tekanan pada hidup
orang sehari-harinya.
Bullying
sangatlah umum terjadi di kalangan orang Korea, terutama mereka yang
masih sekolah dan kuliah. Umur atau tingkatan adalah hal yang penting
bagi mereka, di mana yang tua atau bertingkat tinggi bisa seenaknya membully mereka yang 'dibawahnya'.
Kalau
berpikir tentang orang Korea, kita pasti berpikir kalau mereka itu
ganteng dan cantik. Tidak ada yang salah dengan menjadi orang yang
rupawan, tapi Korea sudah sangat terpaku dengan gambar kecantikan
sehingga mereka jadi sangat terobsesi denganya. Mereka yang tidak cantik
diperlakukan berbeda dengan mereka yang cantik. Akhirnya orang-orang
lebih memutuskan untuk berpikir pendek dan melakukan operasi plastik
saja, bagaimanapun caranya asalkan bisa tampil cantik saja.
Anak-anak
SMP dan SMA di Korea tidak akan pulang rumah sebelum jam 10 malam. Apa
yang mereka lakukan? Mereka harus belajar, belajar dan belajar. Les
sudah bukanlah pilihan, tapi kewajiban. Tidak ada tugas atau PR pun,
mereka tetap harus duduk di meja dan belajar sampai larut malam.
Akhirnya banyak dari mereka yang tidak bisa menikmati hidup mereka
karena selalu ditekan dengan tuntutan belajar.
Terutama
dalam hal akademik, Korea Selatan sangatlah kompetitif. Misalnya, dalam
sebuah kelas, jika kita mendapat nilai 90 tapi orang-orang lain
mendapat nilai 95, maka nilai kita di rapot akhir tidak keluar sebagai A
tapi B atau C, karena dibandingkan orang lain nilai kita lebih buruk.
Karena sistem yang demikian, akhirnya orang Korea lebih terfokus untuk
saling berkompetisi dengan orang lain dibandingkan belajar untuk dirinya
sendiri. Tidak peduli kalau kita dapat nilai hanya 60, asalkan orang
lain dapat lebih rendah dari kita.
Di
Korea Selatan juga terdapat kesenjangan sosial yang cukup besar.
Tingkat sosial sangatlah penting dan mereka yang di atas, lagi-lagi,
bisa seenaknya mem-bully mereka yang di bawah.
8. Kesenjangan dalam Pendapatan
Bisa dibilang Korea Selatan adalah negara yang makmur, tingkat pertumbuhan ekonominya sangatlah
baik. Akan tetapi, kekayaan itu tidak terbagi rata dalam negaranya.
Kesenjangan dalam pendapatan sangatlah tinggi dan mereka yang ada di
bawah sudah tidak mungkin rasanya bisa berkompetisi dengan mereka yang
ada di atas.
Meskipun
bisa dibilang negara yang demokratis dan maju, masih ada bagian dari
Korea Selatan yang agak tertutup dan konservatif. Banyak dari warganya
yang tidak bisa lepas dari jerat sosial dan politik dan tidak bisa
dengan bebas mengutarakan isi hatinya. Terutama mereka yang posisinya rendah dalam tingkat sosial dan ekonomi.
Konflik
Korea Utara dan Korea Selatan tidak kunjung berhenti. Meskipun situasi
bisa dibilang aman saat ini, tekanan dari Korea Utara bisa datang kapan
saja. Untuk mempersiapkan hal ini, semua pria di Korea Selatan mengikuti
wajib militer selama 18 bulan. Karena ketengangan politik ini, banyak
dari kaum pria di Korea Selatan yang stress karena harus berhenti
sekolah atau bekerja untuk mengikuti militer, dan sebagainya.
Sampai-sampai, banyak yang memutuskan untuk pergi meninggalkan Korea
agar mereka tidak harus ikut wajib militer itu.
Ya,
tingkat stress di Korea Selatan sangatlah tinggi. Seperti yang sudah
kita ketahui, banyak sekali tekanan yang harus dialami orang-orang Korea
dalam hidupnya sehari-hari. Hingga saat ini, Korea Selatan memegang
peringkat pertama dalam tingkat bunuh diri paling tinggi sedunia.
Tidak disangka ya, negara yang kelihatan sangat indah dan romantis di drama-drama ternyata memiliki sisi yang gelap juga.
Itu dia fakta-fakta orang Korea yang tidak sesuai dengan drama-drama yang ada.
Sumber :
Berikut ini merupakan beberapa fakta-fakta yang menunjukkan bahwa kehidupan orang Korea Selatan tidak seindah apa yang sering terlihat di drama-drama.
1.Melewati Musim Dingin yang Berat Setiap Tahun
Kita selalu beranggapan kalau musim dingin itu indah dan romantis, memang benar, tapi tidak selalu begitu, lho. Memang tidak separah di Rusia, tapi musim dingin di Korea juga cukup berat. Ditambah lagi debu kuning dari gurun-gurun di Mongol, badai dan angin yang kencang. Musim dingin yang berat dapat menyulitkan hidup banyak warga.2. Tidak bisa bersantai
3. Maraknya Bullying
4.Operasi Plastik
5. Standar Akademik yang Tinggi
6. Kompetitif dalam Segala Hal
7. Kesenjangan Sosial
8. Kesenjangan dalam Pendapatan
9. Masih sedikit Tertutup
10. Perseteruan dengan Korea Utara yang tak kunjung selesai
11.Tingkat stress yang Tinggi
Tidak disangka ya, negara yang kelihatan sangat indah dan romantis di drama-drama ternyata memiliki sisi yang gelap juga.
Itu dia fakta-fakta orang Korea yang tidak sesuai dengan drama-drama yang ada.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar